Selasa, 15 November 2011

Anak Muda Kampung Nak Senang

Anak Muda Kampung Nak Senang


Malaysia nak beli lagi 18 jet pejuang Sukhoi

Posted: 15 Nov 2011 01:55 AM PST



Ewah, ewah, diam tak diam, senyap senyap, tak ada sebut pun dalam Bajet 2012, rupa-rupanya kerajaan Malaysia nak beli lagi 18 buah jet Sukhoi Su-30MKM. Siapa pula rakyat Malaysia yang terpilih untuk menjadi angkasawan kali ini?

Malaysia Borong 18 Su-30MKM Dilengkapi Rudal BrahMos
15 November 2011,

Moskow (Berita HanKam): Kementrian Pertahanan Malaysia berencana membeli 18 jet tempur Sukhoi Su-30MKM ((Modernizirovannyi Kommercheskiy Malaysia), dipersenjatai rudal jelajah supersonik produksi Rusia-India BrahMos, diberitakan harian Rusia Izvestia Daily, Selasa (15/11).

Menteri Pertahanan Malaysia Zahid Hamidi direncanakan mengunjungi pabrik pesawat Irkut yang memproduksi jet tempur Su-30MKI untuk India, Selasa (15/11). Satu unit pesawat ditawarkan ke Malaysia sekitar 50 juta dolar termasuk perawatan, diberitakan Izvestia Daily.

Menhan Hamidi diharapkan meneken kontrak pembelian 18 Su-30MKM saat kunjungan.

Hamidi berencana juga mendiskusikan pemasangan instalasi rudal baru, termasuk BrahMos pada 18 Su-30MKM yang diterima Malaysia pada Agustus 2009 dibawah kontrak senilai 900 juta dolar pada 2003.

Tentera Diraja Udara Malaysia (TUDM) mengoperasikan juga jet tempur buatan Rusia MiG-29N Fulcrum, jet tempur buatan Amerika Serikat F/A-18D Hornet dan F-5.

http://beritahankam.blogspot.com/2011/11/malaysia-borong-18-su-30mkm-dilengkapi.html





Malaysia plans to buy 18 Russian fighter jets
MOSCOW, November 15

The Malaysian defense ministry plans to buy 18 Russian Su-30MKM fighters fit to carry Russian-Indian BrahMos supersonic cruise missiles, the Izvestia daily said on Tuesday.

The paper said, citing military sources, that Malaysian Defense Minister Ahmad Zahid Hamidi plans on Tuesday to visit the Irkut aviation plant, producing Su-30MKI fighters for India. According to Izvestia, one such aircraft would cost Malaysia about $50 million, future maintenance included.

During the visit, the minister "may sign a contract to buy 18 Su-30MKM multirole fighters," the paper said.

The defense minister also plans to discuss installing new missiles, including BrahMos, on the 18 Su-30MKM fighters that Malaysia received in August 2009 under the $900-million contract signed in 2003.

Malaysia's mixed fighter fleet also includes Russian MiG-29N Fulcrum and the U.S.-made F/A-18D Hornet and F-5 Tiger in service.

The Su-30MKM is a multi-role Flanker version based on the Su-30MKI model and features a customized avionics package built to Malaysian specifications. Su-family fighters constitute the bulk of Russia's arms exports.

http://en.rian.ru/mlitary_news/20111115/168701803.html

Pemeriksaan Puspakom Untuk Kenderaan 10 Tahun ke Atas Perlu Rasuah?

Posted: 15 Nov 2011 01:54 AM PST



Pemeriksaan Puspakom Untuk Kenderaan 10 Tahun ke Atas Perlu Rasuah?
Aduan Rakyat , 15 Nov 2011

Salam…

Saya mempunyai sebuah kenderaan persendirian yang berumur lebih daripada 10 tahun. Seperti yang diketahui umum, pemeriksaan Puspakom diperlukan sebelum saya boleh memperbaharui insurans dan cukai jalan kenderaan tersebut.

Setelah mengambil cuti dan menghabiskan sehari suntuk (antara sebabnya adalah perjalanan yang agak jauh ke Puspakom) pada hari ni (14 Nov 2011) untuk tujuan tersebut, akhirnya saya menemui jalan buntu dan tidak tahu lagi apa yang patut saya buat.

Pemeriksaan yang pertama (dengan kos RM50) yang dilakukan pada awal pagi mendapat keputusan Gagal. Kegagalan ini berpunca daripada masalah alignment dan brek tidak sekata yang tidak mencapai tahap memuaskan Puspakom.

Berbekalkan slip keputusan ini, saya kemudian telah pergi ke sebuah bengkel untuk memperbaiki keadaan alignment dan brek kenderaan. Saya sendiri mengawasi proses tersebut dan mendapati pihak bengkel telah melakukannya dengan memuaskan. Kos keseluruhan servis bernilai hampir RM200 (termasuk alignment, balancing, ganti brake pump, flush dan ganti minyak brek, etc.)

Dengan hati yang berbunga-bunga, pada lewat tengahari saya pun sampai sekali lagi di Puspakom Padang Jawa, Shah Alam untuk pemeriksaan kali kedua (RM50).

Keputusannya: Gagal. Sebab gagal: Alignment dan masalah brek. Kedua-dua sebab yang sama seperti pada pemeriksaan kali pertama. Saya menunjukkan resit bengkel. Jawapan pihak Puspakom: Cuba cari bengkel lain!

Soalan saya: Berapa bengkel yang perlu saya masuk sebelum kenderaan saya boleh lulus pemeriksaan Puspakom? Berapa ratus ringgit saya perlu habiskan di 3, 5, atau 10 bengkel, dan berapa ratus ringgit pula perlu saya habiskan untuk mendapatkan keputusan Gagal berulang-ulang kali daripada Puspakom? Dan adakah saya perlu mengambil cuti berhari-hari hanya untuk berulang-alik dari bengkel-bengkel di serata Selangor ke Puspakom?

Saya tidak menyalahkan sistem komputer pemeriksaan di Puspakom, dan saya juga tidak menyalahkan sistem komputer di bengkel-bengkel. Persoalannya sekarang, bagaimana saya hendak pastikan keputusan komputer di bengkel-bengkel sama dengan keputusan komputer di Puspakom?

Saya hanya boleh mencuba dari bengkel ke bengkel dengan harapan salah satu daripadanya akan memberi keputusan yang sama dengan Puspakom. Sekiranya ini sahaja penyelesaian yang ada, berkemungkinan saya akan perlu menghabiskan beribu-ribu ringgit dan berminggu-minggu masa saya hanya untuk mendapatkan keputusan Lulus daripada Puspakom.

Kenapa Puspakom tidak terus saja menyediakan perkhidmatan servis di sebelah pusat pemeriksaan? Dengan penggunaan mesin dan kakitangan yang sama, sudah tentu pengguna tidak perlu lagi bersusah-payah membuat servis trial and error di pelbagai bengkel lain.

Sekarang saya tidak tahu apa yang perlu saya buat. Saya bukannya orang senang (sekiranya saya orang senang, semestinya saya tidak memakai kereta yang berusia lebih dari 10 tahun!) yang boleh menghantar kenderaan ke bengkel berkali-kali sehingga dapat memuaskan pihak Puspakom.

Seorang sahabat kepada kakak saya memberitahu bahawa saya perlu mendapatkan khidmat seorang runner atau 'orang dalam' untuk mendapatkan keputusan Lulus (beliau juga merupakan seorang runner), tapi saya rasa berbelah bahagi.

Setahu saya, menggunakan runner biasanya melibatkan rasuah. Pada tiang-tiang di Puspakom tertera poster-poster yang melarang rasuah, tetapi nampaknya seperti hanya rasuah yang dapat menyelesaikan masalah saya ini.

Saya amat benci dengan rasuah tetapi nampaknya undang-undang yang diperkenalkan oleh kerajaan memaksa saya untuk memberi rasuah. Perlukah saya mengorbankan iman saya hanya untuk mendapatkan cukai jalan bagi sebuah kenderaan yang sudah lebih 10 tahun tidak pernah menyusahkan saya atau pengguna-pengguna jalan raya yang lain?

By: Firus

Sumber : http://www.aduanrakyat.com.my/pemeriksaan-puspakom-untuk-kenderaan-10-tahun-ke-atas-perlu-rasuah

Indonesia buat kapal selam bergerak macam buaya

Posted: 15 Nov 2011 01:53 AM PST


Hebat sungguh bangsa serumpun kita di Indonesia ketika ini. Mereka sedang dalam proses membuat kapal selam yang bergerak seperti seekor buaya. Sebenarnya kapal selam yang menyerupai buaya ini pertama kali direka oleh saintis dan jurutera Islam zaman kerajaan Othmaniah di Turki sekitar abad ke 18.

Sebelum ini Indonesia telah membuat dan akan membuat pelbagai persenjataan yang hebat seperti kapalterbang, jet pejuang, kereta perisai, kapal selam dan banyak lagi seperti artikel di http://amkns.blogspot.com/2011/08/orang-melayu-dah-boleh-buat-kapal-selam.html

Kapal Selam dari Surabaya

4 November 2011, Jakarta (Humasristek): Perilaku buaya dalam menyelam, mengapung di permukaan, dan melayang untuk menyergap mangsa diadopsi menjadi Kapal Perang Crocodile-Hydrofoil. Kapal tiga mode ini dirancang Wisnu Wardhana, dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya untuk pengamanan perairan.

Ini jenis kapal kombinasi yang pertama kali saya rancang. Sebelumnya, sudah puluhan kali merancang dan membuat kapal normal untuk kapal permukaan," tutur Wisnu, saat ditemui pada hari Selasa (1/11), di bengkel kerjanya di Jurusan Teknik Kelautan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Kapal Perang Crocodile-Hydrofoil (KPC-H) masih tahap pembuatan di tahun pertama selama tiga tahun berturut-turut. Proses saat ini mencapai 20 persen.

"Tahun ini sudah mendapat dua mesin kembar dan (kami) menyelesaikan tahap moulding atau pembuatan cetakan badan kapal," kata dia.

Panjang kapal dirancang 12 meter dengan lebar maksimum 2,8 meter, dan tinggi 2 meter. Berat jenis kapal supaya mudah melayang di dalam air harus disesuaikan dengan berat jenis air.

"Cara menghitungnya, berat kapal dibagi volume kapal sama dengan satu. Karena berat jenis air itu satu," kata Wisnu. Bobot KPC-H direncanakan 14,37 ton.

Perilaku Buaya

Karakter atau perilaku buaya dalam menyelam ditiru dengan maksud untuk mewujudkan kapal pertahanan dan keamanan yang menghindari radar. Oleh karena mesin kapal yang dipilih sebagai mesin diesel tak dilengkapi sistem baterai, kapal ini tak bisa menyelam dalam.

"Kemampuan menyelam dirancang 5 hingga 7 meter dengan cerobong udara tetap di atas permukaan air," kata Wisnu.

Kapal selam yang mampu menyelam dalam, biasanya menggunakan sumber energi yang pembakarannya tidak membutuhkan udara. Energi yang lazim digunakan berupa sistem baterai, fuel cell (sel bahan bakar), atau nuklir.

"Kecepatan maksimum kapal saat menyelam sampai 20 knot (sekitar 36 kilometer per jam)," kata Wisnu.

Untuk karakter berikutnya, yaitu kemampuan mengapung seperti kapal normal. KPC-H dirancang berkapasitas penumpang 6-8 orang.

Untuk karakter melayang di atas permukaan dirancang sebagai mode berkecepatan tinggi. Sebagai kapal pertahanan dan keamanan, kemampuan kecepatan tinggi tersebut berguna untuk melarikan diri.

"Pada saat mode melayang, hanya bagian sayap kapal yang menyentuh permukaan airnya," kata Wisnu.

Kecepatan maksimum KPC-H pada saat melayang di atas permukaan mencapai 40 knot atau sekitar 72 kilometer per jam untuk hitungan 1 knot sekitar 1,8 kilometer per jam.

Berbagai Fungsi

Wisnu memaparkan, dengan berbagai karakter buaya tersebut menjadikan KPC-H memiliki berbagai fungsi. Ketika menyelam, memberikan kemampuan kapal ini untuk penyamaran hingga tidak terdeteksi radar.

"Radar tidak akan bisa menembus air," kata dia.

Kemampuan menyelam itu sekaligus bisa untuk menyusup atau mencegat kapal yang menjadi target. Kapasitas angkut penumpang juga membuat kapal ini bisa untuk melepas pasukan komando secara hening (silent deployment).

Selanjutnya, kapal bisa untuk menempatkan ranjau, menyerang atau menghindar dengan cepat, serta meningkatkan akurasi tembakan dengan karakteristik gerak yang lebih leluasa.

Kapal ini juga bisa digunakan untuk mendukung perekaman data meteorologi, seperti kondisi awan, kecepatan angin, dan gelombang laut. Wisnu mengatakan, KPC-H dirancang untuk meringankan tugas pengamanan wilayah perairan.

"Pengawasan dan penjagaan perbatasan laut secara rutin dapat dilakukan dengan KPC-H ini sehingga dapat mengurangi biaya operasional secara rutin dari kapal-kapal perang besar," kata dia.

Kondisi geografis Indonesia didominasi kelautan menjadikan kebutuhan akan kapal penjaga perbatasan wilayah kian mendesak.

Penjagaan teritorial dengan KPC-H, di antaranya, bisa mengurangi pencurian ikan atau penyelundupan kapal-kapal asing yang masuk wilayah perairan Indonesia di luar prosedur.

Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengalokasikan dana Rp 3 miliar untuk pembuatan prototipe kapal selam dengan tiga mode ini. KPC-H direncanakan selesai pada tahun 2013. Rencananya, akan diuji coba di Selat Madura, Jawa Timur.

http://beritahankam.blogspot.com/2011/11/kapal-selam-dari-surabaya.html


Johor sedang dilanda wabak TB

Posted: 15 Nov 2011 01:52 AM PST



Diam tak diam, penyakit TB atau wabak batuk kering sekarang ini sedang menular di Johor. 90 peratus pesakit TB di Johor adalah rakyat tempatan, bukannya warga asing. Adakah TB merupakan satu bala yang melanda Malaysia atau sebahagian dari serangan senjata biologi?

Artikel Malaysia dilanda bala wabak Tibi sekarang di http://amkns.blogspot.com/2011/06/malaysia-dilanda-bala-wabak-tibi.html

Artikel Persiapan Serangan Senjata Biologi di Malaysia di http://amkns.blogspot.com/2011/04/persiapan-serangan-senjata-biologi-di.html

15 November 2011
Vaccination the 'best prevention method'

JOHOR BARU: The resurgence of tuberculosis (TB) in the last 10 years has prompted the authorities to be on a constant watch for the contagious disease.

In Johor, there has been a steady increase of cases: there were 44.3 per 100,000 people in 2000 and 58.7 per 100,000 people last year who had symptoms related to TB or pulmonary tuberculosis.

The spike in TB cases was enough for the authorities to push the alert button, said Johor deputy health director Dr Fatimah Othman.

"It is a concern and most cases involved adults aged 20 and above. In Johor, 90 per cent of the patients are locals."

http://www.nst.com.my/local/general/vaccination-the-best-prevention-method-1.6043




15 November 2011
Tuberculosis situation 'under control'

KUALA LUMPUR: The Health Ministry attributes the increase in tuberculosis (TB) cases in the last three years to the influx of illegal migrant workers.

Minister Datuk Seri Liow Tiong Lai said the department had taken steps to monitor illegal workers.

TB cases had risen from 18,102 in 2009 to 19,337 last year. As of September this year, the figure stood at 14,791.

Besides the influx of illegal migrant workers, another factor is the increase in the number of AIDS patients, because when the body's immune system is low, TB could creep in easily.

He said foreign workers who were confirmed with TB should be treated or sent back to their countries of origin. Yeop said the most common TB symptom was continuous coughing for more than two weeks.

http://www.nst.com.my/local/general/tuberculosis-situation-under-control-1.6047

Kecewa dengan projek perumahan Vista Minintod SPNB

Posted: 15 Nov 2011 01:51 AM PST



Kecewa dengan projek perumahan Vista Minintod SPNB
Aduan Rakyat , 15 Nov 2011

Saya adalah salah seorang pembeli perumahan SPNB Vista Minintod, Penampang, Sabah yang kecewa. Indah khabar dari rupa. Cakap tak serupa bikin. Hangat-hangat tahi ayam. itulah yang peribahasa yang sesuai diberi kepada spnb. badan ini di bawah kementerian kewangan sangat tidak bertanggunjawab terhadap pembeli yang menanggung bayaran setiap bulan tapi rumah yang dibeli tidak siap-siap.

Sewaktu saya membeli rumah ini pada tahun 2008. dijanjikan rumah itu akan siap pada awal tahun 2010. tetapi sekarang sudah penghujung 2011. saya datang ke tapak projek rumah itu tidak ada tanda-tanda untuk siap.

Inikah kerajaan yang boleh dipercayai?? rumah rakyat yang dibeli dan dibayar tiap bulan oleh pembeli belum dapat disiapkan. inikah kerajaan yang berkebajikan seperti yang dinyatakan sewaktu belanjawan 2011….

Halalkah pendapatan pegawai-pegawai spnb kerana hampir setiap hari pembeli yang menanggung kesengsaraan membayar balik pinjaman pada pihak bank mengutuk mereka???

Harapan kami agar pihak yang berkenaan ambil tindakan segera…

By: Majunta

Sumber : http://www.aduanrakyat.com.my/kecewa-dengan-projek-perumahan-vista-minintod-spnb

BLOG - BLOG PARTI DAP

BLOG - BLOG PARTI DAP


Hannah Yeoh

Posted: 15 Nov 2011 08:18 AM PST

Hannah Yeoh


Insecurity is the heart of racism

Posted: 14 Nov 2011 11:29 PM PST


When Subang Jaya State Assemblywoman Hannah Yeoh and her husband Ramachandran Muniandy decided to register their newborn daughter as "anak Malaysia", nobody told them that it would unearth deep-seated insecurity in Malaysians' attitudes towards race.

Hannah believes that there is a sizeable amount of Malaysians who – like her – prefer to be identified as Malaysian and not ethnic Chinese, Indian or Malay.

However, she was shocked by some of the reactions she got when she tried to get the National Registration Department to officially recognize the concept of Bangsa Malaysia. "Someone told me I was 'not a submissive wife', while others accused me of being anti-Indian."

While awareness of the Bangsa Malaysia concept is growing, Hannah says that her recent experience has revealed that a segment of the population is resistant towards it. "Some people condemn political parties for having racist agendas, but they are not able to let go of the notion of race either."

Hannah traces this attitude on the system of racial labeling which has become a 'stronghold' in the way this country functions.

"Race is at the core of each Malaysian's identity from the moment they are born. Everything revolves around which category you tick in the box for 'race' in Malaysia," the former lawyer told The Rocket.

Hannah points out that a Malaysian going overseas who describe themselves as being 'chinese' would find themselves being mistaken for being a China national.

Asked what would make Bangsa Malaysia a reality, she replied that Malaysians must abandon the argument of race.

"Our sense of security in our identity must not be rooted in skin color. It comes from knowing who you are… your relationship with your Maker and your loved ones… being empowered by that. I don't believe I depend on my skin color for anything," stressed Hannah.

The first-term state assemblywoman firmly believes that insecurity is at the heart of racism. "Insecurity turns people into racists. But unity can happen when the people of this land feel a sense of belonging, when we look at the things that unite us and not focus on skin color."

Describing an example of unity, she relates the story of two best friends and former schoolmates, which she calls a tale of "the real 1 Malaysia". Wheelchair-bound Chin Kit is best friends with Azizul. Despite living in Pantai Dalam, Azizul would travel all the way to USJ 1 in Subang Jaya just to spend time with Chin Kit.

They hang out together and often share a taxi to go shopping. Azizul, who suffers a disability to his hand, would carry Chin Kit in and out of his heavy wheelchair.

"In a country with no natural disasters, we often take unity for granted. But these two friends with disabilities had to depend on each other for survival. There is no room for discrimination when we need to depend on each other," Hannah added.

"Don't be an Ibrahim Ali at your dinner table"

Quoting blogger Nathaniel Tan, Hannah exhorted parents to be mindful of their choice of words when speaking about those of other races. "Don't be an Ibrahim Ali at the dinner table, your children will easily pick up stereotypes," she said.

Hannah believes that leadership is the key to breaking racial stereotypes. She added that Bangsa Malaysia would not happen if teachers continue to be trained by Biro Tata Negara, or if political parties are race-based.

She rapped Prime Minister Najib Tun Razak for spending millions on branding to promote the 1 Malaysia concept "without sincerity", and not living up to expectations. Hannah said that the slogan is without substance if the Prime Minister does not take action against incidents of racial intolerance.

For instance inflammatory remarks by Perkasa president Ibrahim Ali; or the recent 8TV Ramadan Public Service Announcement Advertisements – which she describes as "tasteless and condescending".

Hannah warned against an attitude of "sweeping things under the carpet", as over time, the accumulated sensitivity will explode. She supports DAP National Chairman Karpal Singh's suggestion of legislating a Race Relations Act.

The 32-year-old says that she always strives to emphasize inclusiveness in constituency allocations and programmes organised by her kawasan. "For instance, in the Subang Jaya Talent Quest competition, we required group participants to be multicultural and not just made up of members of the same race," she said.

Hannah – also known as Yeoh Tseow Suan – decried that mono-racial friendship has become second nature in an increasingly polarised society. She described the phenomenon of adults gradually having fewer friends of different races as being "unhealthy".

By nurturing the things that unite Malaysians, she hopes to rekindle multicultural friendships – in particular for her daughter's generation. -The Rocket

Piow With You 文标与你

Posted: 15 Nov 2011 01:47 AM PST

Piow With You 文标与你


Posted: 14 Nov 2011 10:03 PM PST


图:黄文标(右)移交支票给阿都拉曼,并希望有人会协助他捐出渔网让后者能够自力更生。

巫裔青年患身体因操劳内脏会出血怪病,而平时用来捕河水鱼的渔网却被友人收回,导致生活陷入困境。所幸获得一家来至甘榜霸罗贫困华裔家庭,让出储存室暂时当住所。此事也获得行动党德彬丁宜区州议员黄文标的关注。

黄文标表示阿都拉曼(44岁),原本是靠所借来的渔网在近打河一带进行捕鱼,然后把收获拿去巴刹卖。但是友人突然把渔网收回,加上自己身体一旦操劳或过于用力大肠就会出血,所以没有雇主愿意聘请。但是他本人不希望靠施舍或偷取别人财务来过活,只希望热心人士能够捐出个人使用的渔网,然后自力更生。

他今天也移交100令吉支票给阿都拉曼暂时当生活费用,并希望任何愿意捐出渔网的人士(非金钱),可以联络他0165657856。因为给人捕鱼,好过给钱过活。他也补充巫裔社会就是因为1969年后产生新经济计划,导致亲巫统的巫裔变得更富有,不亲或没有参与政治的巫裔就没有获得照顾的事实。而为了保护这种利益,巫统就玩弄种族,宗教和皇族课题来抵抗民联提倡的福利国理念。


Lim Kit Siang

Posted: 14 Nov 2011 11:56 PM PST

Lim Kit Siang


Why indecent hassle to distribute RM100 to schoolchildren?

Posted: 14 Nov 2011 09:02 PM PST

By D.C 14 November 2011 My wife and her colleagues were called for an emergency meeting at about 12.30pm ! The school will be dismiss at 1pm! The Headmistress just came back from a meeting with the Officers at the Gombak District Education Department (GDED). She wanted to pass some instructions to all the teachers. [...]

‘Cattlegate’: For BN, business as usual

Posted: 14 Nov 2011 07:50 PM PST

By Mariam Mokhtar | Nov 14, 2011 Malaysiakini Hey diddle diddle, The MP on the fiddle The cow jumped over the moon Khairy laughed to see such sport, And Noh cow-ed like a buffoon 'Cattlegate’ has exposed the Women Family and Community Development Minister, Shahrizat Abdul Jalil’s ill-advised foray into the cattle business. Shahrizat and [...]

Malaysians being ripped off (2) – with photos

Posted: 14 Nov 2011 02:38 AM PST

By Mimi Chih Thank you for putting my article online. The reason I enclosed those photos was to drive home the point how much more expensive those same items are in Malaysia. If you go back to Sarawak, they are even more expensive. e.g. even after conversion to RM, it is still more expensive in [...]

Assembly sitting ‘illegal’, says Sarawak DAP

Posted: 14 Nov 2011 01:26 AM PST

By Joseph Tawie | November 14, 2011 Free Malaysia Today KUCHING: Sarawak Chief Minister Taib Mahmud's budget announcement this morning at the State Legislative Assembly was 'illegal and unlawful', according to the state opposition DAP. State party chairman Wong Ho Leng added that the proceedings was a 'breach of the standing order' and that the [...]

Will Najib’s speech at the UMNO General Assembly next month pass muster for the inaugural International Conference on the Global Movement of the Moderates in January?

Posted: 14 Nov 2011 12:18 AM PST

This is mind-boggling which completely defies the imagination. The Prime Minister, Datuk Seri Najib Razak is to launch and institutionalize "the Global Movement of the Moderates" in Kuala Lumpur at the inaugural International Conference on the Global Movement of the Moderates from Jan 17 to 19. This was revealed by Najib in his talk at [...]

Charles Santiago

Posted: 14 Nov 2011 11:32 PM PST

Charles Santiago


Maid deaths hit nerve in KL

Posted: 14 Nov 2011 07:00 PM PST

Source :-  Phnom Penh Post.

FRIDAY, 11 NOVEMBER 2011 12:01   DAVID BOYLE

A Malaysia parliamentarian has lashed out at his own government and police for their "callous approach" in failing to take proper action in response to the deaths of nine Cambodian domestic workers in their country this year.

Charles Santiago, a  member of the opposition Democratic Action Party, said yesterday his government and police  had "totally disrespected" its own laws by conducting, at best, only cursory investigations into the deaths and generally failing to properly regulate the industry.

"This is not acceptable. It is too much, given that these migrant workers are coming to work in Malaysia, and it's just not acceptable that they go back in body bags," Santiago said.

He vowed to use a sitting of parliament next week to push his government to pursue a "much more humane" approach to migrant domestic workers following Cambodia's decision to temporarily ban labour firms from sending them to Malaysia.

"Even one death is too many, so there is no reason why a migrant worker comes to Malaysia and dies in a home," he said, adding the problem needed an urgent solution and was creating perceptions Malaysia was irresponsible and unsympathetic to guest  workers.

Last month, the Cambodian government temporarily shut down the Malaysian operations of all domestic labour firms in response to a string of rape, exploitation, death, forced detention and under-age recruitment scandals in both countries, a ban several agencies subsequently flouted.

An under-secretary of state at Malaysia's Ministry of Human Resources declined to comment yesterday.

Datuk Alias Ahmad, director-general of the immigration department, said Santiago's criticisms fell outside his area of responsibility.

In July, Cambodian domestic worker Choy Pich, 19, was found to have died in Malaysia from pneumonia, a claim her family rejected.

The Ministry of Foreign Affairs vowed to investigate allegations that her employer had beaten her before she died, then dumped her body outside his house.

On Wednesday, opposition Sam Rainsy Party lawmaker Mu Sochua said officials from the Cambodian embassy in Malaysia had told her that nine domestic workers had died there this year .

Muhammad Sha'Ani Bin Abdullah, a commissioner at the government's independent statutory monitoring body, the Human Rights Commission of Malaysia, said he would now take case files and investigate each death.

"We were surprised that there were a number of reports recorded related to Cambodian maids, which were previously denied by the police," he said.

Political profiteering from the industry likely explained the Malaysian government's reluctance to make genuine efforts to tackle rampant exploitation and abuse in the industry, he added.

"Probably conflict of interest is involved in this labour supply – politic-ians involved in the supply of labour agencies," he said, adding that Cambodia needed to clean up its own end of the industry and apply strong pressure on Malaysia to sign a bilateral agreement properly regulating the sector.

Hou Vudthy, deputy director-general at the Ministry of Labour, declined to comment yesterday, but said he would address the issues plaguing the migrant domestic labour industry during a radio broadcast on Monday.

Mu Sochua, who is in Malaysia lobbying for reforms to the industry, said she felt progress was finally being made. "I feel that this time, we are knocking on the right door."

 


Majlis Rumah terbuka sempena perayaan Hari Deepavali

Posted: 14 Nov 2011 01:47 AM PST

Blog@Wengsan...博客@永山

Posted: 14 Nov 2011 10:13 PM PST

Blog@Wengsan...博客@永山


Ucapan Lau Weng San semasa membahas Enakmen Perbekalan 2012

Posted: 14 Nov 2011 07:12 AM PST

View issues with Tan Seng Giaw

Posted: 14 Nov 2011 03:34 PM PST

View issues with Tan Seng Giaw


World Diabetes Day

Posted: 14 Nov 2011 05:57 AM PST

DAP National Deputy Chairman and MP for Kepong Dr Tan Seng Giaw calls on the Central Government to take effective steps including more campaigns, discussions and education on diabetes and obesity in Malaysia.

All must pay attention to the intake of foods such as carbohydrates like sugar and rice as well as oils.

On 14.11.2011, Dr Tan asked a supplementary question in the House on alternative sugars that are claimed to contain harmful chemicals on health.

The Deputy Health Minister YB Rosnah says that 18 kinds of natural and artificial sugars in Malaysia are safe to take. Action is taken against the sale of illegal alternative sugars such as 74 and 62 samples tested positive in 2009 and 2010 respectively.

She reminds the House that today is World Diabetes Day. Malaysia has about three million diabetics. Many take excess sugar: each eating more than seven teaspoonfuls , that is, over 50 gm daily. Obesity in this country is top in ASEAN and sixth in Asia-Pacific.

We must pay more attention to diabetes and obesity in Malaysia. Besides the activities of the Health Ministry, all must be concerned. Continuous education is important. Although exercise is vital in keeping fit and healthy, it is the amount and types of food eaten that affect a person's weight. The control of intake of carbohydrates such as rice and sugar as well as oil is necessary.

Tan Seng Giaw

MY VOICE FOR NATION

Posted: 14 Nov 2011 01:07 PM PST

SUARA PERAK

Posted: 14 Nov 2011 12:15 PM PST

SUARA PERAK


端洛11.11.11日讯

Posted: 13 Nov 2011 09:41 PM PST

Pengikut